Disrupsi Pertanian: Menelaah Startup & Basis Inovasi Teknologi Pertanian Masa Depan

Apa yang terlintas di pikiran ketika mendengar kata ‘pertanian’? Kebanyakan orang langsung berimajinasi tentang caping, bajak dan lumpur. Bagi generasi milenial, sektor pertanian identik dengan sektor tradisional, tidak menjanjikan dan tidak mempunyai ‘pride’. Kesimpulan tersebut bukan omong kosong, lihatlah data statistik BPS, dari sekitar 40 juta orang yang bekerja di sektor pertanian, sekitar 40%-nya berumur diatas 30 tahun. 

Perubahan Di Sektor Pertanian

Ditengah downgrade identitas pertanian, sedikit orang yang tahu bahwa sebenarnya sektor pertanian sedang mengalami perubahan menjadi sektor yang berteknologi tinggi. Eropa, Amerika Serikat, Israel dan Kanada sangat serius mendorong sektor pertanian menjadi sektor yang berteknologi tinggi.

Konsep baru seperti pertanian pintar & terukur, efisiensi budidaya, pertanian vertikal membawa nafas baru bagi sektor pertanian mengarah ke ke istilah AgriTech atau AgTech. Laju pertumbuhan penduduk, perubahan iklim, urbainsasi dan globalisasi merupakan tren besar yang menyebabkan munculnya pertanian dengan pendekatan software analitik dengan satelit.

Program akselerator startup pertanian, seperti Thrive Top 50 program akselerator 50 startup pertanian dari Amerika Serikat yang setiap tahunnya memuncukan setidaknya 10 nama baru, Agro Innovation Labs dari Eropa, Sproutx dari Australia dan banyak lagi, yang jika didata lebih dari 200 startup pertanian global yang perlahan akan merevolusi industri pertanian dunia.

Fakta lain, laporan StartUs menyatakan pada tahun 2016 aktivitas pendanaan perusahaan AgTceh menjadi yang teringgi dengan 580 kesepakatan pendanaan, walaupun nilai pendanaan turun dengan angka 2,7 juta Euro dibanding tagun 2015 yang mencapai 3,8 Euro.

Lebih lanjut StartUs, sebuah perusahaan dengan platform open innovation, hasil data intelejennya menemukan terdapat lebih dari 950 startup AgTech di seluruh dunia, yang beberapa diantaranya, inovasinya akan berpengaruh besar terhadap sektor pertanian.

Dipelopori oleh generasi muda, startup pertanian dengan kreativitas dan teknologi tinggi dengan potensi disruptif banyak bermunculan. Startup pertanian tersebut berkolaborasi dengan korporasi, siap untuk ekspansi ke pasar global.

Outline Teknologi dengan Potensi Disruptifnya dari Startup Pertanian

Berikut adalah outline teknologi dengan potensi disruptifnya paling tinggi dari startup pertanian berdasarkan riset dan data intelejen StartUs.

1. Pertanian Pintar (Smart Farming)

Nilai esensial dari pertanian pintar terletak pada penggunaan dan pemanfaatan lahan dan ladang yang efisien. Teknologi pertanian pintar mencakup software solution, optimasi perangkat, alat automasi proses yang mampu mentraformasi pertanian yang tidak memenuhi syarat economic of scale menjadi pertanian yang bernilai ekonomi dengan mengoptimalkan lahan yang tersedia.

Keunggulan utama dari pertanian pintar adalah peningkatan output dengan metode manufacturing, efisiensi biaya dan pelestarian sumber daya alam. 

2. Pertanian presisi (Precision Farming)

Walaupun pertanian terukur terkait dengan konsep pertanian pintar, konsep ini berkembang kearah yang lebih jauh. Konsep pengelolaan pertanian yang juga dikenal dengan Precision Agriculture (PA) atau Site Specific Crop Management (SSCM) merupakan pendekatan pertanian yang didasarkan pada pengamatan, pengukuran dan respons terhadap variabilitas antar dan intra proses budidaya.

Rangkaian teknologi pertanian presisi meliputi big data analytics, teknologi sensor, dan robotik, menghasilkan keputusan terukur untuk mengoptimalkan input dan pelestarian lingkungan.

3. Sistem & Mesin Pertanian (Farming System & Machinery)

Kegiatan pada proses pertanian selama ini telah mengalami peningkatan investasi, untuk mengembangkan peralatan pendukung pada proses tersebut. Peningkatan investasi diantaranya diantaranya pada proses kegiatan perawatan dan pemanenan, yaitu seperti peningkatan kemampuan mesin dan fasilitas penyimpanan. Sistem hardware, mesin dan perangkat berteknologi tinggi pertanian telah dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan penggunaan teknologi maju pertanian.

Keseluruhan teknologi tersebut ditujukan untuk pertanian berkelanjutan, minimalisasi dan mengukur tingkat risiko yang akurat.

4. Pertanian Vertikal (Vertical Farming)

Pertanian tidak hanya di sawah perdesaan, kini bertani dapat dilakukan di gedung pencakar langit, dan di gedung perkantoran di kota. Aplikasi kreatif dari pertanian vertikal termasuk pertanian atap bangunan, pertanian di dalam kontainer, pertanian di gedung bertingkat dan pertanian di dibererapa gedung.

Idenya adalah mereplikasi lingkungan pertanian melalui sistem irigasi air, pencahayaan, oksigen, gas,  dan sumber daya lainnya yang tersedia melalui pengembangan teknologi sensor dan software manajemen.

5. Efisiensi Tanaman (Corp Efficiency)

Selain inovasi di area teknik dan pengkondisian budidaya, inovasi lainnya yaitu pada tanaman itu sendiri. Benih yang disahilkan dari rekayasa pembenihan menghasilkan tanaman yang dapat dibudidayakan, beradaptasi dengan baik di berbagai kondisi.

Teknologi biokultur dengan alogaritma biologi menjadi terobosan dalam pengembangan tanaman yang tahan terhadap serangan hama dan gulma.

6. Big Data

Pertanian modern adalah pertanian yang beralih ke pendekatan berbasis data, menyajikan berbagai hubungan matrik yang mudah dipahami, dari pengukuran lahan, menghitung benih, sampai menentukan jumlah pupuk yang dibutuhkan.

Teknologi big data memungkinkan untuk memantau kondisi cuaca, perubahan struktur tanah, dan efisiensi tanaman, mengubah faktor-faktor tersebut sehingga menghasilkan kontrol dan penentuan jumlah output atau hasil panen.

7. Drone & Satelit

Saat ini pertanian sudah mengintegrasikan drone dengan satelit untuk mengukur dan memonitor ladang pertanian, membuat peta lahan, mengendalikan kualitas pengolahan tanah dan penyiraman atau penyerbukan.

8. Internet of Things (IoT)

Solusi IoT lambat laun menembus industri pertanian. Salah satunya memungkinkan peternakan kecil dan besar mengoptimalkan proses tanpa mengeluarkan sumber daya yang tidak perlu. Perkembangan teknologi IoT ditujukan untuk peningkatan efisiensi on farm, menyajikan informasi yang up to date mengenai perlengkapan irigasi, kelembaban tanah, pertumbuhan tanaman, dan pengunaan pupuk.

Oleh: genagraris.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *