Mau Sukses Ala Chairul Tanjung? Ini Rahasianya

chairul-tanjung-pengusaha-yang-tak-kenal-menyerah

 

Siapa yang nggak kenal Chairul Tanjung?

Bos Trans TV yang kekayaannya mencapai Rp 63,7-triliun punya bisnis beragam. Mulai dari perbankan, media, hiburan, makanan, gaya hidup sampai perkebunan.

Sukses yang dialami Chairul Tanjung tidak datang dari warisan. Itu justru datang dari proses melelahkan selama bertahun-tahun.

Bayangin, lulusan Kedokteran Gigi UI mutusin nggak buka praktek. Tapi jadi konglomerat dan sempat juga jadi menteri.

Apa saja rahasia sukses dari pemilik CT Corp ini? Yuk simak lebih lanjut!

 

1. Harus bisa meramal jika mau sukses

Meramal bukan berarti harus jadi paranormal nebak-nebak tim bola mana yang bakal menang di Piala Dunia atau apalah itu. Meramal yang dimaksud Chairul Tanjung adalah memprediksi tren masa depan.

Dalam event Global Entrepreneurship Week di Bank Indonesia, ia bercerita tentang brand Aqua. Di tahun 70-an, menciptakan merek air minum dengan merek Aqua dianggap gila. Apa yang terjadi saat ini?

Orang-orang justru menyebut air mineral dengan nama Aqua. Meski mereknya bukan Aqua.

Anda bisa sukses, kalau bisa membeli masa depan dengan harga sekarang, ujar pria yang menduduki peringkat 286 di Forbes.

 

2.Fokus

Chairul Tanjung pernah berpesan pada para pelajar Indonesia bahwa jangan merasa tidak suka, dan tidak sesuai dengan pekerjaan kita. “Fokuslah ke sana! Ke apa yang kamu lakukan.”

Mengapa fokus? Karena demi hasil maksimal seseorang harus fokus dalam bekerja. Mereka yang fokus bisa menjadi expert (ahli) dalam bidang tertentu dan menghasilkan terobosan besar.

Kalau kamu nggak fokus, pekerjaan kamu nggak akan terarah. Kamu pun susah buat mencapai tujuanmu. Gimana mau jadi kayak Chairul Tanjung.

 

3.Kerja keras

 

Nggak ada yang instan di dunia ini dan jangan berharap sukses dengan cara instan.Chairul Tanjung pernah bilang kalau kesuksesannya dia dapat setelah 32 tahun.

Anda tidak mungkin sukses kalau tidak bekerja keras. Saya ini bekerja keras sekali. Setiap hari pulang paling malam kecuali office boy menjaga saya, ujarnya pada saat bertemu pemuda GP Ansor.

Chairul Tanjung mengaku bekerja 18 jam sehari saat masih muda, saat weekend pun ia masih bekerja. Namun saat ini, terkadang ia bekerja 14 jam sehari. Sabtu dan Minggu kadang dimanfaatkan untuk keluarga.

Kerja lama-lama boleh asal kamu juga harus fun dalam kerja. Jangan sampai kelamaan kerja terus kurang piknik

Kamu pasti bingung kan 18 jam itu kerja ngapain aja? Coba pikirkan, misalkan kerja di kantor 10 jam, 8 jam bisa dimanfaatkan untuk riset atau belajar. Dengan ini kamu kerja 18 jam.

Atau 10 jam kerja kantoran dan 8 jam kerja sambilan. Itu juga bisa kan dibilang 18 jam. Intinya dalam satu hari kamu bisa menghasilkan sesuatu.

 

4.Harus berperilaku seperti orang sukses

 

Sukses itu hak semua orang. Semua orang punya hak, dan bisa sukses. Camkan dalam hati dan kepala.

Chairul Tanjung menegaskan, jika mau sukses harus berperilaku layaknya orang sukses. Selain kerja keras, harus pandai networking (bergaul) dengan siapa saja.

Sebar kartu nama kamu dan membaurlah bersama orang-orang sukses untuk nambah relasi. Jangan dandan rapih kayak bos-bos taunya banyak utang hehe.

Sudah jelas kan rahasia sukses ala Chairul Tanjung. Jangan salah, konglomerat ini dulunya tinggal di rumah petak yang WCnya terpisah dari rumah.

Ketika kuliah, ia mulai belajar bisnis dengan jual fotokopian. Dan setelah lulus, ia memilih jadi pengusaha.

Yakin deh sama perkataan pak CT. Kamu pun punya hak untuk sukses!

Indonesia Best Practices of Corporate University 2016

Pada tanggal 24 Oktober 2016, perwakilan Mega Insurance yang terdiri dari reporter portal (Jefry Pratama) dan tim HRD yang terdiri dari Sdr. Deddy, Sdri. Novita dan Sdr. Awaludin berkesempatan untuk menghadiri undangan acara di Balai Kartini Jakarta mengenai Indonesia Best Practices of Corporate University 2016 yang diselenggarakan oleh Majalah SWA dan PLN. Acara tersebut mengambil format sharing session dari perusahaan-perusahaan yang menerima penghargaan atas penerapan Corporate University baik dari BUMN maupun perusahaan swasta yang diantaranya adalah Wijaya Karya, Pertamina dan Garuda Indonesia, ANZ Indonesia, Trakindo, AIA Financial dan Citibank.


Ada banyak insight yang didapatkan selama acara ini dalam hal implementasi sistem Learning & Development baik dalam bentuk face to face ataupun digital seperti misalnya hal Corporate University, Learning Center, Online Learning. Hal yang paling menarik adalah sharing session dari Citibank Indonesia, mengapa menarik karena hanya Citibank Indonesia yang presenternya merupakan seorang CEO, yaitu Bpk. Batara Sianturi. Pada saat presentasi, beliau menampilkan foto dan profil alumni Citibank yang sukses menjadi Menteri ataupun CEO di berbagai perusahaan besar. Hal tersebut merupakan suatu bukti nyata bahwa Citibank berhasil melaksankan program pengembangan karyawan/wati sehingga menjadi salah satu produser yang mencetak Pimpinan baik di swasta atau pemerintahan.

Beberapa informasi menarik secara lebih mendetail mengenai Indonesia Best Practices of Corporate University 2016 dapat dilihat pada artikel terpisah pada portal.

(Jefry Pratama & Deddy Sardjito)

 

img_20161101_175447

 

Penerapan Corporate University di Pertamina (Perwakilan dari BUMN)

Corporate University di Pertamina menggunakan tiga metode. Pertama, konsep Andragory Learning yang membutuhkan keterlibatan dari seluruh peserta. Pengalaman kerja, terutama yang terkait pemecahan masalah peserta juga sangat bermanfaat. Rencana kerja dan evaluasi instruksi yang dilakukan sangat penting dalam proses perbaikan.

Kedua, metode experiental learning yang fokus membuat siklus antara divergensi, asimiliasi, konvergensi, dan akomodatif. Ini memungkinakan pekerja untuk bisa ke tahap feel and watch. Kemudian berubah menjadi think and watch, lalu dikonversi menjadi think and do, dan bergeser jadi feel and do.

“Ketiga, metode Blended Learning Methode yang menggabungkan antara kelas dan praktek pengalaman dan apa yang dibutuhkan. Ini untuk pekerja yang sifatnya IT Based, Site visit and love case, SME, serta yang sifatnya implementatif.

Ke depan, materi pelatihan juga bisa disampaikan lewat webinar. Sehingga, tidak perlu harus berkumpul di satu kelas. Pembelajaran bisa dilakukan di mana saja karena berbasis IT. Tantangannya hanya satu kalau ada perubahan di governance,”

 

Penerapan Corporate University di Trakindo (Perwakilan dari Perusahaan Swasta)

Corporate university Trakindo dirancang layaknya universitas pada umumnya, yakni terdapat jurusan-jurusan yang sesuai dengan kebutuhan bisnis di Trakindo.  Ada tujuh jurusan yang terdapat di Trakindo, yaitu service and operation, sales, marketing, supply chain, finance, human capital and admin, serta innovation. Pada setiap jurusan ini pun terdapat tiga level, yaitu basic, intermediate dan advanced. Seluruh karyawan akan mendapat tiga materi sebelum masuk di berbagai jurusan di atas. Ketiga materi tersebut adalah core value, business focus and consumer focus, serta leadership traits.

Sejak 1996, Trakindo telah memiliki memiliki pusat pelatihan di Cileungsi, Bogor. Pada 2017, pusat pelatihan ini mendapat bintang 5 untuk Caterpillar Learning Capability Assessment Tools (LCAT). Hal ini menjadikan Trakindo sebagai satu-satunya distributor Caterpilar di dunia yang mendapat bintang 5 LCAT. Di 2013, Trakindo mendapat penghargaan CAT Service Training Excellence Accreditation Award dan Best Team Presentation CAT Condition Monitoring Boot Camp di Thailand.

Trakindo tidak hanya fokus di alat berat, tetapi fokus juga pada yang mengoperasikan alat berat. Untuk itu, Trakindo membuatkan Technician Development Program. Untuk para service man ini, mereka melalui program yang bukan standar, tetapi lebih ke fast track. Ada empat tahapan dalam program ini, yaitu technician trainee, technician, senior technician, dan master technician. Hingga Maret 2016 ada 1.775 technician, 199 technician certified, 649 senior technician, 45 senior technician certified, 16 master technician, dan satu technician certified. Yang dimaksud service man certified, sudah menyelesaikan program dan target kemampuan di level dan posisinya. Adapun non certifies service man belum menyelesaikan program dan target kemampuan.

Selain itu, ada Service Management Certification Program, yaitu program yang dikhususkan untuk para pemimpin di Trakindo. Dalam program ini ada 31 kompetensi manajemen layanan yang harus dilakukan melalui e-learning, tugas, dan sebagainya. Dan, terakhir, harus melakukan final group presentation setelah melewati 10 bulan pendidikan yang dibimbing oleh seorang profesor yang sudah ditentukan. Program ini bekerja sama dengan Caterpillar. Saat ini Trakindo sudah mengirimkan dua batch (total ada lima orang) dan ada dua orang yang sudah lulus, sisanya masih dalam proses untuk menyelesaikan program.

Pelajaran Leadership dari Citibank (Perwakilan dari Perusahaan Multinasional)

Citibank Indonesia melihat tiga tren terkait positioning Citi sebagai global bank. Ketiga tren tersebut yakni globalisasi, urbanisasi dan digitalisasi yang berpengaruh dalam hal human resources process termasuk program learning & development Citibank.

Dengan total 240 ribu jumlah karyawan di seluruh dunia, Citibank mengembangkan Citi Global Directory yaitu platform informasi mengenai semua kolega dan karyawan Citibank. Adapula Citi For You sebagai Global HR Portal bagi karyawan dan leader Citi untuk hal administratif yang dapat dilakukan secara self service.

Dalam hal career management, Citibank juga melakukan digitalisasi dengan menciptakan My Career – APAC sebagai one-stop career management resources. Dari situ karyawan Citibank dapat melihat kesempatan kerja yang tersedia di Citibank secara global, yang dilengkapi dengan internal agencies, career assessments dan testimonial. Adapun untuk mengedepankan collaborative relationship dibuatlah Citi Collaborate yang merupakan “Facebook” bagi internal Citi.

Jarang sekali Citibank membajak orang tetapi justru kami yang sering dibajak. Bahkan Citi berkontribusi terhadap banking talent dan leadership di Indonesia. Saat ini 8 Presiden Direktur bank di Indonesia adalah mantan Citibanker. Presiden Direktur dari CIMB Niaga, DBS Indonesia, Deutsche Bank, Commonwealth Bank, BII, BTPN, dan Bank Artha Graha adalah mantan pekerja di Citibank,” ungkap Batara.

Tidak hanya itu, Citibank juga berkontribusi terhadap pemimpin di sektor publik dan swasta, seperti Gita Wirjawan, Emirsyah Satar, Ignasius Jonan, Rini Soemarno, Rinaldi Firmansyah, Glenn Yusuf, dan Hendi Prio Santoso adalah lulusan Citibank baik dari corporate banking dan consumer banking.

Citibank Indonesia juga menjalani program job overseas posting yang mana saat ini terdapat total 75 orang Indonesia yang ditempatkan di luar negeri baik dari level managing director, director, VP, hingga assistant manager dan suatu saat harus kembali ke Indonesia. Hal inilah yang menjadi ambisi Citibank untuk terus berkembang di dunia digital yang semakin terkoneksi dengan mengglobalkan masyarakat Indonesia memasuki era MEA dan ASEAN Banking Integration Framework.

Citibank Indonesia mengembangkan Citi Global Directory yaitu platform informasi mengenai semua kolega dan karyawan Citibank Indonesia. Adapula Citi For You sebagai Global HR Portal bagi karyawan dan leader Citi untuk hal administratif yang dapat dilakukan secara self service.

Dalam hal career management, Citibank Indonesia juga melakukan digitalisasi dengan menciptakan My Career – APAC sebagai one-stop career management resources. Dari situ karyawan Citibank dapat melihat kesempatan kerja yang tersedia di Citibank secara global, yang dilengkapi dengan internal agencies, career assessments dan testimonial. Adapun untuk mengedepankan collaborative relationship dibuatlah Citi Collaborate yang merupakan “Facebook” bagi internal Citi.

Terdapat MPF (Multiple Perspective Feedback) di mana setiap orang akan dinilai oleh atasan, kolega, dan anak buah secara digital. Sehingga penilaian dapat diperoleh secara 360 derajat setiap tahunnya.

Citibank Indonesia juga menjalani program job overseas posting yang mana saat ini terdapat total 75 orang Indonesia yang ditempatkan di luar negeri baik dari level managing director, director, VP, hingga assistant manager dan suatu saat harus kembali ke Indonesia.

Sumber : Majalah Swa Indonesia

 

Lean Six Sigma

Sebenarnya apa sih Lean Six Sigma itu dan manfaatnya apa buat bisnis ? Pendekatan Lean Six Sigma sebenarnya merupakan gabungan dari prinsip Lean Thinking dan Six Sigma.

Konsep dasar Lean adalah suatu upaya terus menerus untuk menghilangkan pemborosan atau waste dan meningkatkan nilai tambah (value added) produk barang atau jasa agar memberikan nilai (customer value) kepada pelanggan (Vincent Gaspersz, 2007). Tujuan dari konsep Lean adalah melakukan perbaikan secara terus-menerus (continous improvement) terhadap waste yang terjadi dengan tujuan customer value akan meningkat. APICS Dictionary (dalam Vincent Gaspersz, 2007) mendefinisikan bahwa Lean merupakan suatu filosofi bisnis yang berlandaskan pada minimasi penggunaan sumber daya (termasuk waktu) dalam berbagai macam aktifitas perusahaan. Dalam Lean kita akan memfokuskan diri pada identifikasi dan eliminasi aktifitas yang dirasa tidak perlu (non-value adding activity) dalam keseluruhan sistem yang ada di perusahaan tersebut sehingga aliran proses akan menjadi efektif, efisien dan produktifitas akan meningkat.
Lean six sigma merupakan konsep tentang sistem bisnis yang pertama kali dikembangkan di Amerika. Lean six sigma merupakan kombinasi dari konsep six sigma yang diterapkan oleh Motorolla dengan konsep Lean yang diterapkan dalam sistem produksi Toyota. Konsep Lean six sigma hingga saat ini telah mengalami perkembangan yang cukup pesat. Hal ini terbukti dengan banyaknya perusahaan yang mulai mengimplementasikan pendekatan ini sebagai salah satu strategi bisnis yang dirasa mampu untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi dalam perusahaan tersebut.
Pendekatan Lean bertujuan untuk menghilangkan pemborosan (waste elimination), memperlancar aliran material, produk dan informasi serta peningkatan terus-menerus (continous improvement) disepanjang value stream. Dengan pendekatan Lean kita akan dapat mendeskripsikan aktifitas yang termasuk value added activity ataupun non value added activity. Dengan deskripsi tersebut kita akan dapat menghilangkan aktivitas yang dirasa tidak perlu dan tidak memberi nilai tambah (non value added activity) serta membuat aktifitas yang penting (value added) mengalir secara lancar disepanjang value stream.
Tujuan dari konsep six sigma adalah peningkatan kapabilitas proses, reduksi variansi (variation reduction), pengendalian proses dan peningkatan secara terus menerus (continous improvement) untuk mencapai kualitas yang baik dan mencapai zero defect disepanjang value stream. Six sigma dapat dijadikan sebagai ukuran target kinerja suatu industri manufaktur ataupun jasa. Six sigma juga dapat dianggap sebagai suatu strategi yang memungkinkan perusahaan untuk melakukan peningkatan secara dramatik di tingkat bawah dan juga sebagai pengendalian proses yang fokus terhadap pelanggan dan memperhatikan kemampuan proses yang ada. Adapun elemen penting dalam six sigma antara lain :

  1. Memproduksi hanya 3,4 cacat untuk setiap satu juta kesempatan atau operasi (3,4 Defects Per Million Oportunities).
  2. Alternatif peningkatan proses untuk mencapai tingkat kinerja enam sigma (six sigma).

Pendekatan Lean Six Sigma sendiri merupakan penggabungan dari kekuatan dua metode tersebut diatas. Dengan integrasi konsep tersebut diharapkan suatu industri akan mampu menghasilkan produk atau jasa yang memiliki aliran proses yang efektif, efisien dan memiliki tingkat defect rendah hingga target enam sigma tercapai. Lean six sigma dapat didefinisikan sebagai suatu filosofi bisnis, pendekatan sistemik dan sistematis untuk mengidentifikasi dan menghilangkan aktifitas yang tidak bernilai tambah melalui peningkatan terus-menerus (continous improvement) secara radikal untuk mencapai kinerja enam sigma atau six sigma

Harapannya dengan menerapkan konsep Lean Six Sifma  di Mega Insurance, Mega Insurance dapat memperbaiki keseluruhan proses bisnis menjadi lebih cepat dan efisien sehingga ketika bisnis proses dapat diperbaiki dapat meningkatkan kepuasan pelanggan dan memenangkan kompetisi bisnis di dunia industri asuransi.

oleh: Jefry Pratama

 

 

 

Sharing Session HR Forum CT Corpora

HR Forum CT Corpora adalah pertemuan rutin bulanan yang diselenggarakan oleh Holding CT Corp yang menghadirkan semua perwakilan departement HRD dari setiap anak perusahaan yang bernaung di CT Corpora. Tujuan dari acara ini adalah sebagai tempat wadah pertukaran informasi antar anak perusahaan mengenai cross selling program , sharing pengetahuan maupun pengalaman yang pernah dilakukan setiap anak perusahaan dsb. Secara rutin pertemuan ini dilaksanakan  di ruang pertemuan besar lantai 24, Menara Bank Mega.

derli-pahlevi

Pada tanggal 4 Desember 2015 kemarin telah dilakukan pertemuan Forum HR CT Corpora. Agenda pertemuan kali ini adalah memperkenalkan program sinergi CT Corpora dan Sharing Session dari  Pak Derli Pahlevi , GM Training dan People Development PT.Trans Retail Indonesia. Program sinergi CT Corpora adalah program Cross Selling  Produk antar anak perusahaan yang menuju Karyawan CT Corp sebagai target pasar. Untuk pertemuan kali ini menghadirkan 3 Produk Cross Selling yaitu penawaran kartu Emboss dari Card Center Bank Mega , Penawaran Program Khusus Mega Zip dari Mega Finance dan Penawaran Program Asuransi dari Mega Insurance.

Kemudian pada acara tersebut ada sharing session yang disampaikan oleh Pak Derli Pahlevi, GM Training dan People Development PT. Trans Retail Indonesia yang menceritakan proses transformasi PT. Trans Retail Indonesia ketika diambil alih dari Carefour Perancis.  Pada sesi ini intisari penting yang dapat diambil adalah:

  1. Pentingnya sebuah culture bagi sebuah perusahaan karena sebagus apapun teknologi , proses bisnis , produk yang dimiliki sebuah perusahaan tetap saja “culture dan People yang tidak dapat diduplikasi oleh competitor”
  2. Culture sangat penting dalam suatu organisasi karena culture sebagai pengikat setiap karyawan untuk merealisasikan tujuan bisnis yang sudah ditentukan oleh perusahaan.
  3. Proses pembentukan culture itu sendiri harus dimulai dari pemimpin tertinggi dari sebuah organisasi nirlaba dan  kemudian menentukan point – point penting terhadap nilai – nilai yang ingin dibentuk dalam suatu perusahaan setelah itu mendokumentasikan nilai – nilai tersebut dan mengkomunikasikannya sampai individu terbawah disuatu organisasi.

Oleh: Jefry Pratama